Selebriti Kampus

blog.jpgPasca suksesnya tayangan televisi dengan format kontes pencari bakat dalam dunia tarik suara (AFI,IDOL,dll), memimpikan karir instant menjadi pemandangan yang lumrah saat ini. Kondisi ini menjalar hingga kedalam dunia kampus yang selama ini produk seni anak – anak kampus mencerminkan ciri khas tersendiri dalam wilayah yang ilmiah, bebas, serta melahirkan karya – karya seni yang idealis dan orisinil. Namun, saat ini realita menunjukkan karya seni oleh insan kampus tidak lagi dilandasi semangat idealisme tersebut. Akibatnya, produk seni yang eksis sebatas membebek pada arus besar bernama seni pop(uler). Seni yang dilatarbelakangi intervensi spirit ekspansif mass culture ( budaya massa), Mungin dengan karya seni yang seperti ini mereka tidak lagi dianggap ketinggalan zaman. Relita ini diperparah oleh para pelakunya yang ingin menampilkan diri sebagai selebriti kampus. Asumsinya, seorang selebriti harus berangkat dari dunia seni. Akibatnya tidak ada lagi obsesi untuk melahirkan sosok Rendra baru, Sawung Jabo baru, maupun Hary Roesli generasi baru. Yang ada justru upaya mengikuti jejak peterpan, SamSon, sederet seniman pop(uler) lain.

Semua itu akibat budaya massa berhasil mengaburkan segala yang riil menjadi semu. Jaques Lacan menyebutnya sebagai mirror image, yaitu repretensi maya dari diri kita. Karena telah tersihir oleh pesona rupa, “wajar” jika sosok yang ganteng, cantik, atau ngetop dan ngepop akan menjadi idola dan impian.

Hal ini disebabkan globalisasi dan revolusi teknologi informasi yg berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan budaya maupun pola pikir di masyarakat ( khususnya pemuda/mahasiswa). Sebab, ternyata politik ekonomi yang dilancarkan kaum globalis juga bermuatan politik kebudayaan.

Fenomena ini menghadirkan ironi dan keprihatinan karena telah meredam potensi kampus dan mahasiswa itu sendiri sebagai ikon perlawanan kepada ketimpangan dan penindasan. ( leo : Dari berbagai sumber )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: