Soto pak Denuh

Oleh : Leo

Foto : Leo

Semarang- Jika anda berwisata di kota Kudus coba Tanya pada oraga – orang yang anda temui dimana makan soto yang enak. Pasti jawabannya sama, yaitu soto ayam pak Denuh. Dalam sajiannya saja sudah unik. Nasi diletakkan di dalam mangkuk kecil layaknya film – film mandarin. Sedangkan soto dibanjiri kuah berwarna kuning dengan ditaburi potongan ayam, tauge dan bawang goring. Sebagai temannya soto, warung yang berlokasi di Jalan AKBP Agil Kusumadya ini menyajikan sate jeroan dan sate kerang. Daripada anda penasaran, mendingan langsung aja cobain deh.

Orang Kudus suka makan daging kerbau
Tahu tidak kalau ternyata orang kudus itu suka makan daging kerbau. Ini adalah tradisi pluralisme ketika Islam baru mulai memekarkan pengaruhnya di Tanah Jawa. Ketika itu kebanyakan orang menganut agama Hindu yang mengkuduskan sapi. Raden Patah sebagai pemuka Kerajaan Islam Demak menganjurkan umat Islam agar tidak menyembelih sapi, melainkan kerbau, untuk kebutuhan makan sehari-hari. Hingga sekarang anjuran itu masih dianut oleh sebagian besar masyarakat Kudus.

dsc_0009-copy.jpgMakan Sunan Kudus membawa berkah bagi warga – Selain menjadi objek wisata, makam sunan kudus juga sering dikunjungi orang untuk berdoa. Dalam sehari saja bias ratusan orang datang ke tempat tersebut. Ternyata hal ini membawa berkah bagi ekonomi warga sekitar makam. Mulai dari berdagang hingga menawarkan jasa ojeg. Dagangan yang disajikanpun berupa barang – barang religius seperti sarung, mukenah, Al – quran, tasbih dan sebagainya.

ojeg.gifUntuk mencapai lokasi makam Sunan Kudus, Bis yang membawa rombongan tidak bias sampai ke lokasi tujuan. Oleh karma itu lahan parkir pun disediakan bagi bis yang membawa rombongan. Saat turun dari bis, penulis terkejut melihat ratusan orang di depan. Setelah melihat lebih jelas lagi, ternyata mereka bukan demonstran melainkan para penjual jasa ojeg. Jumlah semua ojeg yang ada di lokasi wisata sekitar 500 orang yang terbagi menjadi dua organisasi. Yang pertama hanya berhak mengantar pengunjung dari lokasi parkir bis hingga ke tempat tujuan. Sebaliknya, yang satunya lagi berhak mengantarkan pelanggan dari tempat wisata hingga lokasi porkir bis.

kota.gifKota lama – Tahukah anda bahwa pusat kota Semarang dulunya bukanlah Simpang lima melainkan Jl. Letjen. Suprapto. Salah satu objek wisata budaya yang ada di tempat ini adalah Gereja Blenduk. Kawasan ini pada abad 17-18 menjadi pusat pemerintahan, perdagangan (bisnis) bagi pemerintah Hinda Belanda. Keletakannya yang tidak seberapa jauh dari pelabuhan dan stasiun kereta api, menjadikan kawasan ini pada masanya menjadi pusat atau jantung kota Semarang. Kawasan ini sampai sekarang terkenal karena peninggalannya yang berupa bangunan-bangunan megah dan anggun dengan gaya Eropa

One Response to Soto pak Denuh

  1. Ganggaprabu mengatakan:

    Kami se keluarga pernah menikmati soto pak denuh di tahun 1990. wah …, memang mak nyus. tapi sayang tempatnya yang di dekat simpang ima itu kurang nyaman. berasa gerah banget deh 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: