JANGAN PANGGIL AKU TERORIS

Oleh : leo

Beberapa waktu lalu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri menangkap tujuh tersangka teroris di palembang. Mereka yang ditangkap dicurigai akan melakukan teror dengan menggunakan bahan peledak.Para tersangka juga diduga memiliki hubungan dekat dengan dr Azahari. Kalau saya tidak salah kutip, salah satu media pernah menyatakan bahwa komplotan ini dicurigai akan meledakkan bom di salah satu perkampungan etnis Tionghoa.

Mari kita kembali ke beberapa yahun yang lalu. Dulu Poso yang damai tiba – tiba menjadi lautan darah dimana terjadi perperangan antara pemeluk agama Islam dan Kristen. Tibo cs pun dibekuk dan di berikan label “dalang” dalam kerusuhan yang biadab tersebut. Setelah Tibo cs dihukum mati, belakangan banyak media – media yang disiarkan melalui internet ( walau tidak begitu di expose ) dari kalangan LSM dengan berbagai kepentingan menunjukkan fakta dan logika bahwa Tibo cs tidak bersalah dan hanya dijadikan kambing hitam. Singkat cerita konflik Poso sengaja di desain demi kepentingan elite – elite di negeri ini. Motifnya adalah kekuasaan, kekayaan alam, kepentingan, intervensi, dsb.Laknat memang demi kepentingan sekelompok orang maka darah anak kecil dan darah suami yang menyebabkan seseorang wanita menjadi janda pun tidak ada harganya lagi.

Kembali ke penangkapan Densus 88 terhadap kawanan teroris di Palembang. Apapun alasannya, saya tidak setuju dengan segala bentuk teror yang dilakukan kelompok – kelompok tersebut. Akan tetapi,.saya tidak mau terkecoh dan mencoba melihat apa yang tersirat dengan mendasarkan kajian dengan melihat konflik – konflik di negeri ini sebelumnya.

Hemat saya, terdapat kecurigaan apakah kelompok yang di tangkap di Palembang adalah teroris sunguhan atau hanya rekayasa. Berdasarkan kasus Poso, saya takut orang – orang yang ditangkap adalah kambing hitam. Atau kambing putih yang dihitamkan. Motifnya bisa intervensi, kepentingan, atau meredamkan aksi unjukrasa kenaikan BBM.

Jika itu benar direkayasa dan di desain, maka sekali lagi laknat. Apalagi jika informasi yang saya terima adalah benar ( bom di isukan akan diledakkan di perkampungan Tionghoa ). Apa etnis Tionghoa mau di jadikan kambing hitam lagi dengan membebani penderitaan akibat tindakan rasisme seperti halnya ketika Soeharto menciptakannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: