KRIPIK KHAS LUMAJANG DI SME’SCO FESTIVAL 2009

Bapak Edi, Dinas Koperasi dan UKMOleh : Dede Rianto ( riantodede@gmail.com)

Perhelatan Sme’sco festival 2009 sudah berlangsung selama 5 hari, acara yang dimulai pada tanggal 13 Oktober 2009 dan berakhir pada tanggal 18 Oktober 2009 ini berlangsung ramai dan cukup menarik minat, perhatian sebagian warga Jakarta dan sekitarnya.

Festival yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center ( JCC ) ini, merupakan pameran hasil karya dari Usaha Kecil Menengah ( UMKM ) beberapa daerah di Indonesia dan juga beberapa negara ASEAN. Acara ini merupakan kerjasama antar Departemen Perindustrian dengan Dinass Koperasi dan Usaha kecil Menengah ( UKM ).

Cukup banyak barang atau produk kerajinan tangan khas daerah dari Indonesia yang ditampilkan dalam festival ini. Diantaranya adalah batik kain, batik pakaian, aksesoris khas daerah, patung, sepatu, sendal, pewangi, sabun, lampion, furniture hingga makanan ringan khas daerah. Tak ketinggalan pertunjukan seni dan seminar kewirausahaan pun ditampilkan.

Diantara banyaknya stand-stand yang menampilkan dan menjual hasil kerajinan atau UMKM berupa produk pakai, seperti : kain, baju, batik, sepatu dll. Terdapat satu stand yang cukup mencuri perhatian, yaitu Departemen koperasi dan usaha kecil Menengah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Dimana mereka tampil beda dengan menampilkan makanan ringan ( Kripik ) yang menjadi ciri khas salah satu daerah di Jawa Timur tersebut.

Stand kabupaten Lumajang menampilkan beberapa kripik yang menjadi andalan dan ciri khas daerah yang terletak di kaki gunung Semeru ini, diantaranya adalah : Kripik pisang agung manis/asin, Stick talas, Ketela ungu dan sale pisang goreng. “ Sebenarnya masih ada lagi beberapa kripik unggulan khas lumajang, seperti kripik talas dan singkong. Akan tetapi karena belum musim, maka kami tidak membawanya ”. Ujar Bapak Edi.

Bapak Edi merupakan pegawai Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Lumajang, yang pada saat itu menjaga stand sendirian. Dia pun menjelaskan bahwa untuk Sme’sco festival 2009 ini telah membawa dan menyiapkan 15 dus keripik berbagai aneka macam pilihan dan rasa. “ yang menjadi unggulan kami adalah kripik pisang agung ”. Tambahnya.

Kabupaten Lumajang memang terkenal sebagai daerah penghasil pisang, terutama jenis pisang agung dan pisang mas kirana. Kedua jenis pisang ini banyak tumbuh dan dibudidayakan di dua kecamatan yang terletak percis di kaki gunung Semeru, yaitu Kecamatan Pasujambe dan kecamatan Senduro. Bapak Edi menjelaskan “ Pisang agung sangat cocok untuk dibuat keripik, karena rasanya akan renyah dan gurih ”.

Meskipun barang atau prouduk yang dipamerkan dan dijualnya berbeda dengan stand-stand lain yang lebih banyak menampilkan barang, bukan makanan. Hasil penjualan kripik di stand Lumajang cukup baik. Dihari pertama saja omzetnya mencapai 2,1 juta rupiah, lalu meningkat dihari kedua 2,75 juta rupiah dan dihari ketiga bertambah menjadi 3,2 juta rupiah.

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lumajang sangat mendukung akan usaha-usaha masyarakat Lumajang dalam memulai usaha-usaha kecil menengah disana. Terbukti bahwa kabupaten Lumajang selalu memberi bantuan modal, pelatihan, sosialisasi dan pembinaan. Modal yang diberikan besarannya bisa mencapai 5 juta hingga 50 juta rupiah per UKM.

Kabupaten Lumajang pun menjadi salah satu pemerintah daerah yang memberikan bantuan modal kepada UKM-UKM didaerahnya, tanpa menggunakan bunga dan jaminan. Pengembalian modal dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun, jika UKM dapat mengembalikan secara tepat waktu maka dapat kembali meminjam modal usaha.

Kripik Lumajang memang belum menyentuh pasar ekspor kemancanegara, permintaan banyak muncul dari daerah-daerah luar jawa, seperti Nusa Tenggara Barat ( NTB ) misalnya. Salah satu UKM binaan Dinas koperasi dan UKM Kabupaten Lumajang, UD. Dwi Tunggal bisa mengirim berbagai macam keripik dalam waktu 2 kali dalam 1 minggu ke NTB. Di NTB keripik-keripik ini dikemas dalam ukuran kecil, untuk konsumsi anak-anak.

“ Sebenarnya sudah banyak pesanan dari luar, seperti malaysia contohnya. Berawal dari turis yang berkunjung ke Lumajang, mencoba kripik pisang dan berniat memesannya dalam jumlah besar ”. terang Pak Edi. Akan tetapi karena kesulitan bahan dan ditambah dengan kemarau yang panjang, maka pesanan tersebut tidak dapat terpenuhi, jelasnya.

Ditengah maraknya serbuan makanan import, sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Inndonesia ikut menjaga, mengembangkan dan melestarikan makanan khas dari bangsa ini. Kabupaten Lumajang bisa menjadi contoh, dalam mengembangkan dan memperkenalkan ciri khas makanan daerahnya, yang tidak kalah saing dari daerah lain dan juga negara lain. ( DR )

One Response to KRIPIK KHAS LUMAJANG DI SME’SCO FESTIVAL 2009

  1. Agrokita mengatakan:

    bravo pertanian Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: