Drama Politik/Korupsi Kaum Elite

Bibit  Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah diduga menerima Rp5,1 miliar dari Anggoro Widjojo,  tersangka kasus korupsi di KPK.  Uang itu diserahkan melalui perantaraan Anggodo dan seorang bernama Ari Muladi. Ari Muladi mengaku menyerahkan uang itu kepada Bibit, Chandra, dan pejabat KPK yang lain. Namun, pada akhirnya, dia menyangkal hal itu dengan menyatakan uang itu diserahkan kepada seseorang yang bernama Yulianto yang mengaku mengenal pejabat KPK. Sampai saat ini Yulianto diduga hanya tokoh fiktif. Sementara itu, Edy Soemarsono, saksi dugaan percobaan penyuapan mengaku keterangannya diarahkan oleh Anggodo Widjojo yang menjadi terdakwa dalam kasus itu. Kuasa hukum Anggodo yang dipimpin OC. Kaligis banyak membacakan isi BAP Ari Muladi yang menyebutkan bahwa Chandra menerima suap dari Ari Muladi di Pasar Festival tanggal 15 April 2OO9.

Sementara itu, Chandra yang merasa sama sekali tidak pernah menyentuh uang suap yang dituduhkan kepadanya itu, memberikan bukti otentik berupa data CDR handphone yang menerangkan bahwa pada tanggal 15 April 2009 jam 19:23, dia sedang berada di gedung Rajawali sehingga tidak mungkin berada di dua tempat secara bersamaan.

Berikut adalah kronologi yang diambil dari berbagai sumber di media online.

29 Oktober 2009

  • Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah akan ditahan dan menyandang status tersangka kasus pemerasan dan penyalahgunaan wewenang.

02 November 2009

  • Presiden SBY bentuk Tim Delapan.
  • Kapolri meminta maaf atas munculnya istilah Cicak dan Buaya.

03 November 2009

  • Mahkamah Konstitusi memperdengarkan rekaman berisi percakapan antara Anggodo dengan sejumlah petinggi di Kejaksaan Agung dan Mabes Polri.
  • Usai gelar rekaman, sejumlah pihak meminta Kapolri dan Jaksa Agung mengundurkan diri, dan menuntut agar Susno segera dicopot dari jabatan.
  • Penahanan Bibit-Chandra ditangguhkan. Keduanya keluar dari penjara pada dini hari.
  • Polri periksa Anggodo Widjojo terkait rekaman pembicaraannya dengan sejumlah petinggi Polri dan Kejagung.

04 November 2009

  • Anggodo Widjojo tidak ditahan dan diam-diam meninggalkan Bareskrim Polri pukul 21.25.

05 November 2009

  • Kabareskrim Polri Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga mengundurkan diri dari jabatan.

08 Januari 2010

  • Anggodo Widjojo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa terkait dugaan penyuapan pimpinan KPK, Jakarta

Januari 9th, 2010,

  • KPK memeriksa Anggodo. Anggodo

22 february 2010

  • Pengacara pengusaha Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang hari Senin  menjalani pemeriksaan terkait kasus percobaan penyuapan pimpinan KPK.

20 April 2010

  • Anggodo menang gugatan praperadilan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyatakan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) dalam kasus dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang tidak sah.

15 juni 2010

  • Dalam persidangan Anggodo, kuasa hukum Anggodo yang dipimpin OC. Kaligis banyak membacakan isi BAP Ari Muladi. Di situ disebutkan bahwa Chandra menerima suap dari Ari Muladi di Pasar Festival tanggal 15 April 2OO9. Chandra sendiri membantah keras isi BAP tersebut. Ia juga mempertanyakan mengapa malah kuasa hukum sudah memperoleh BAP itu, sedangkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus itu tidak pernah mendapatkannya. (leo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: