NEOLIB MULAI “OBOK-OBOK” RAKYAT KECIL

Oleh : Yohanes Lesmana

Pemerintah menyusun skenario lain pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Skenario terbaru, pemerintah berencana membatasi konsumsi premium untuk sepeda motor.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita H Legowo mengatakan, pemerintah telah bertemu dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) untuk membicarakan rencana pembatasan konsumsi premium bagi kendaraan roda dua.

Hal ini jelas membuat rakyat menengah kebawah tercekik. Mengingat 70 % rakyat menggunakan sepeda motor untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari.

Bayangkan, mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pertamax dan pertamah plus kalau pemerintah mengaminkan peraturan tersebut.

Dan yang pasti, kompetitor bahan bakar minyak asing seperti Shell, Total, Petronas dan lain-lain akan sedikit punya harapan baru untuk bersaing dalam panggung penjualan di Indonesia.

Mereka akan menggulung habis Pertamina dengan citra baik yang sudah tertanam lama sekalipun harga mereka lebih diatas rata-rata.

Citra positif yang sudah dibangun kompetitor asing telah terbentuk rapih dan manis, maka ketika harga BBM sudah bersaing normal, konsumen akan memilih pelayanan yang baik dan sudah pasti lebih bersih.

Ini jelas akan merugikan pihak pertamina, sebagai perusahaan minyak negara. Siapa yang harus bertanggung jawab ketika konsumen lebih memilih bahan bakar minyak asing? Atau memang strategi neolib yang mulai diadopsi sekarang semakin ‘berwarna”? kita tunggu waktunya.. (YL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: