RAMUAN “SINGKONG” KARYA ANAK BANGSA SIAP BUNGKAM LEDAKAN TABUNG MELON

Oleh : Yohanes Lesmana

Hasil riset selama sepuluh tahun yang dilakukan Randall Hart berujung pada penemuan media penjinak api yang ramah lingkungan.

Lewat olahan dari kulit ketela pohon yang diproses menggunakan teknologi kimia, ilmuwan kelahiran Surabaya yang sekarang menjadi pengusaha itu.berhasil menghasilkan cairan untuk memadamkan api dari ledakan gas elpiji. Hasil riset ini selanjutnya akan disumbangkan ke pemerintah untuk membantu maraknya kebakaran akhir-akhir ini, termasuk Surabaya.

“Cairan ini dihasilkan melalui riset selama sepuluh tahun dengan total biaya Rp 10 miliar. Selain itu cairan ini ramah lingkungan dan tidak memiliki efek samping,” ungkap Winardi Nyoto, Direktur PT. Sanindo Perkasa Abadi, perusahaan pemilik lisensi sebuah fire safety, Sabtu (3/7).

Hal ini dibuktikan dengan memasukkan ponsel ke dalam cairan. Ponsel tidak mati atau rusak, bahkan masih bisa digunakan seperti biasa. Hasil penemuan ini rencananya akan disumbangkan pada negara.

“Kami masih menunggu persetujuan pemerintah dulu,” katanya.

Selama proses menunggu itu, pihaknya mengajak Rotary Club untuk bekerja sama. Melalui Rotary diharapkan terbangun jaringan baik kepada pemerintah maupun pihak lain yang akhirnya bisa berdampak positif.

Dalam kesempatan ini, Winardi juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam menanggulangi bahaya kebakaran elpiji dengan memberikan edukasi gratis kepada 1.000 relawan. Diharapkan dengan memberikan edukasi bahaya kebakaran ini, jumlah kasus kebakaran dapat ditekan.

Maraknya peristiwa ledakan tabung elpiji akhir-akhir ini memicu keprihatinan banyak pihak. Salah satunya, PT Sanindo Perkasa Abadi. Perusahaan kimia di Sidoarjo tersebut memiliki teknologi untuk mencegah peristiwa serupa terulang dan mereka bermaksud membaginya kepada masyarakat luas.

Untuk itu, Sanindo bekerja sama dengan Rotary Club Surabaya Timur. Tujuannya, Rotary membantu menyampaikan kepada pemerintah agar bersedia memproduksi secara masal teknologi tersebut sehingga bisa dijual murah ke publik.

Teknologi itu berupa zat olahan dari kulit ketela pohon yang telah diubah menjadi cairan tanpa bau dan tanpa warna. Selanjutnya, cairan itu bisa mematikan api yang membara. Barang-barang yang tertutup cairan tersebut juga menjadi tidak terbakar.

Menurut Winardi Nyoto, direktur PT Sanindo Perkasa Abadi, teknologi anti ledakan gas itu merupakan hasil riset dari Randall Hart, warga asli Surabaya. ”Dia telah melakukan riset selama 10 tahun untuk mendapatkan cairan ini. Selanjutnya, kami telah mengajukannya sebagai pemegang merek. Kami juga pernah sampaikan ke pemerintah untuk memproduksinya secara masal,” jelas Winardi yang ditemui kemarin (2/7).

Namun, hingga kini belum ada respons dari pemerintah. Karena itu, mereka bekerja sama dengan Rotary Club Surabaya Timur yang memiliki jaringan luas.

Presiden Rotary Club Surabaya Timur Maria Soetedjo menyatakan, pihaknya bersedia membantu mewujudkan harapan Winardi tersebut. “Apalagi, itu sesuai dengan semangat kelompok kami. Yakni, mengadakan kegiatan sosial, bukan untuk mengambil keuntungan,” jelas Maria.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: