STERILISASI JALUR BUSWAY?

Oleh : Satya Graha Leonardo

“belum lagi para pemegang saham PT ini (Trans Jakarta) membeli tanah sepanjang Kota-Blok M. Gunung Sahari – Kalideres!”

(foto:kompas.com)

Mungkin isu ini telah berlalu. Namun, ada ungkapn kegelisahan saya yang belum dipahami oleh masyaarakat dan aparat ketika teringat hal ini. Kemacetan di jakarta memasuki titik nadir. Beberapa waktu yang lalu, beberapa media nasional membahas isu ini dan berbagai narasumber (khususnya aparat) terkait telah memberi penjelasan (saya menyebutnya alasan atau ngeles ) dimana menurut mereka banyak faktor yang harus dibenahi.

Kembali ke topik, program sterilisasi yang baru saja dilakukan pihak kepolisian berhasil menilang ribuan sepeda motor. Harapan nya adalah memberi efek jera kepada para pengguna kuda besi.

“proyek menjelang turun jari jabatan tertentu sebagai “kenang-kenangan” atau investasi jangka panjang dengan memanfaatkan jabatan”

Polisi boleh bangga. Aparat boleh mejadikan sepeda motor sebagai kambing hitam atas kemacetan (Foke merencanakan pelarangan sepeda motor di jalan protokol yang akan di uji coba setelah lebaran nanti). Bang Yos pun bileh saja mendewa kan kebijakan busway nya yang harus dilanjutkan.

Tapi apakah semudah itu kita percaya kepada mereka? Penyerobotan kendaraan (baik sepeda motor maupun mobil) ke jalur busway adalah bentuk ke-frustasian para pengguna jal Apakah para pemegang saham PT ini membeli tanah sepanjang Kota-Blok M ?
Gunung Sahari – Kalideres ?an selama ini. Ini adalah salah satu bukti dimana program Trans Jakarta gagal total. Bukan hanya gagal mengatasi kemacetan, bahkan menambah parah kemacetan. Apakah masyarakat ikhlas berlarut-larut dalam kemacetan sementara disamping jalan ada jalur kosong yang pendapatan nya masuk kemana ya? Siapa yang punya Trans jakarta? Pemprov DKI? Atau ada swata? Siapa saja yang memiliki saham? siapa saja yang mendapatkan keuntungan materil dari trans jakarta?

Pertanyaan tersebut harus di jawab satu persatu. Jangan sampai masyarakat dilarang mengggunakan jalan, tapi di pihak lain menggeruk rupiah atas suksesnya Trans Jakarta. Ini sama saja menjual tanah kepada kaum panguasa dan penguasaha dengan mengorbankan masyarakat.

Memang di dalam undang-undang, negara berhak melakukan monopoli terhadap sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tapi apa ini yang di maksud undang-undang tersebut? Bukan nya undang- undang itu harus nya memberi power kepada ppemerintah sebagai pengelolah negara untuk merebut sektor energi, pertambangan, mineral, telekomunikasi, dan banyak lagi yang saat ini dikuasai oleh swasta dan asing dan semakin menjerat masyarakat? belum lagi para pemegang saham PT ini (Trans Jakarta) membeli tanah sepanjang Kota-Blok M, Gunung Sahari – Kalideres!

Harus Diakui, memang betul masyarakat kita tidak disiplin. Masyarakat kerap kali melanggar. Perlu kesadaran dari masyarakat untuk membnahi kemacetan Jakarta. Tapi, jangan sekali-kali aparat hanya menyalahkan masyarakat khususnya para pengguna sepeda motor seperti halnya selama ini mereka bercuap-cuap di televisi dan koran-koran. Jiuka sistem ditata dengan baik, masyarakat pasti mengikuti. masyarakat tidak punya pilihan. Ikut atau tidak. Jika melanggar di tindak. itu saja. Yakinlah masyarakat akan tertib kalau krbijakan dan sistem yang diberlakukan tidak merugikan masyarakat itu sendiri karena selama ini mereka melanggar karena tidak ada solusi dari pemerintah sehingga mereka memutuskan sendiri (untuk menerobos jalur busway).

Dan perlu dicatat saya tidak menganjurkan masyarakat melawan dengan tetap menerobos jalur busway. Saya hanya tidak ikhlas jika masyarakat di kambing hitam kan. Dan  hemat saya, jika mengeluarkan suatu kebijakan maka yang layak dipentingkan adalah kepentingan masyarakat luas. Bukan kepentingan kelompok, golongan, dan kepentingan proyek khususnya proyek menjelang turun jari jabatan tertentu sebagai “kenang-kenangan” atau investasi jangka panjang dengan memanfaatkan jabatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: