POLISI ATAU FPI SEBAGAI PENEGAK HUKUM TERTINGGI DI TANAH AIR?


Oleh : Yohanes Lesmana

Hanya dalam hitungan jam ratusan massa menggeruduk jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur pukul 9 pagi di Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Kami belum sempat kebaktian, tiba-tiba massa FPI sudah menduduki lokasi dengan menerobos barikade polisi,” kata Hendrik Siagian, pendamping jemaat gereja HKBP, Ahad (8/8). Namun, polisi dan warga membantah penggeruduk tersebut adalah FPI.

Massa, menurut Boy Umar juru bicara Mabes Polri, bukan dari FPI. “Dan tak benar ada penyerangan. “Yang benar warga Ciketing keberatan jemaah HKBM mengadakan kebaktian di atas lahan kosong 2300 meter persegi.
Karena itu warga setempat dan polisi berusaha mencegah agar tidak terjadi bentrok dan menyelamatkan jemaah HKBP. Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, jemaat bermaksud membubarkan diri.

“Saat di jalan mau pulang itulah, massa FPI mengejar kami dan melakukan pemukulan. Situasi saat itu mulai rusuh. Saya melihat langsung di depan saya seorang ibu dipukuli,” ujar Hendrik menjelaskan situasi saat itu.
Beberapa menit kemudian, massa membubarkan diri. Penyerangan oleh massa FPI tersebut mengakibatkan belasan jemaat luka-luka akibat pukulan. “Kebanyakan yang jadi korban adalah ibu-ibu,” tandasnya.
Disisi lain, Front Pembela Islam membela diri. Ormas Islam ini membantah telah terlibat langsung dalam peristiwa pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi.

“FPI tidak terlibat dan FPI tidak tahu. Tanya Kapolres dan Walikotanya,” kata pemimpin FPI, Habib Rizieq, kepada wartawan di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta, Senin (9/8).

Sikap FPI dalam kasus Bekasi, terang Habib, adalah selalu obyektif, tidak mentah-mentah menelan berita media massa.

“Kita mesti selidiki dulu ada apa dan kenapa. Kita mesti tahu juga dari masyarakat Bekasi, bahwa ada sekelompok Kristen, tidak ada ijin untuk tetap membangun tempat ibadah,” jelas Habib.

“Mereka sudah dikasih tahu DPRD dan Pemkot disana tapi tidak mengambil tindakan yang konkrit,” imbuhnya.

Apa yang terjadi kemarin di Desa Ciketing, lanjutnya, karena ada pemaksaan kehendak dari warga dan juga jemaat HKBP.

Ia pun menyatakan fakta yang bisa menegaskan bahwa FPI adalah Ormas yang bersahabat dengan umat Kristen.

Sebagai pengayom dan penegak hukum, sejatinya polisi menjadi perisai utama dalam melindungi hak setiap warga untuk menjalankan hak dasarnya, juga hak beribadah. Tapi apa yang terjadi dalam insiden pelanggaran hak beribadah di Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, polisi justru tampak kurang mampu melaksanakan perannya itu.
Berdasarkan pantauannya di lapangan, SETARA Institute mensinyalir adanya pembiaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian. “Evakuasi paksa yang yang dilakukan oleh sekitar 100 aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jakarta terhadap Jemaat HKBP Pondok Timur merupakan bukti dari kuatnya dugaan skenario pengosongan tempat ibadah dari kegiatan ibadah. Polisi dengan sengaja melonggarkan penjagaan dengan formasi yang sangat rapuh dan tidak memberikan perlindungan saat massa FPI dan warga menembus blokade. Pembiaran massa yang menerobos blokade menjadi alasan kuat polisi untuk mengevakuasi paksa para jemaat,”
Saat terjadi pengejaran dan pemukulan terhadap jemaat HKBP, polisi juga tidak memberikan perlindungan memadai. Dengan jumlah 100-an aparat bersenjata di bawah komando Kapolresta Bekasi, lanjut Setara, semestinya polisi mampu menghalau serangan massa yang berjumlah sekitar 150-an orang. “Tidak ada alasan bahwa aparat tidak mencukupi dalam peristiwa ini,” tulisnya.
Kemanakah taring Polri dalam masalah ini? Mengapa terkesan Polri malah “berteman baik” dengan ormas, sehingga langkah ormas malah terbuka lebar untuk melakukan tindak anarkis ketika Polisi ada di TKP? Ataukah memang Ormas tak dapat dibubarkan lantaran ia dipelihara oleh petinggi negeri ini untuk sedikitnya menyumbang suara dalam kepentingan Pemilu? (YL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: