Gaji PNS Naik. Mencontoh kesuksesan “ABG”?

Oleh: Satya Graha Leonardo

Pemerintah dalam RAPBN 2011 berencana menaikkan gaji pokok sebesar rata-rata 10 persen bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan serta tetap akan memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS/TNI/Polri dan pensiunan. (sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/16/162584/18/1/Tahun-Depan-Gaji-PNS-Naik-10-Persen-)

Penghasilan PNS dengan pangkat terendah saat ini adalah  Rp1.895.700. Dan ketika rencana kenaikkan gaji tersebut direalisasikan, maka gaji PNS dengan pangkat terendah akan menjadi Rp2.000.000.

Mungkin bila kita lihat beban biaya hidup saat ini(khususnya bagi yang tinggal di Ibukota), angka Rp.2.000.000 bukan lah fantastis. Angka ini bisa di kategorikan cukup/pas untuk hidup dengan satu orang anak. (perkiraan penalaran penulis dengan hidup tanpa utang kiri-kanan). Presiden SBY juga menegaskan bahwa perbaikan pendapatan itu dimaksudkan agar pegawai memperbaiki kinerja birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Penulis tidak bertujuan menolak kesejahteraan PNS. Tapi sebelum menulis, penulis mencoba mencari tahu berapa total pendapatan PNS golongan terendah dengan masa kerja nol. Pencarian data dilakukan dengan mesin pencari google . sampai tulisan ini dimuat, penulis belum menemukan data tersebut. Sebagaimana yang diketahui penulis berdasarkan penuturan beberapa sumber, PNS terendah dengan masa kerja nol memang memiliki gaji tidak sampai 2 juta rupiah. Tapi ini belum termasuk tunjangan. Adapun PNS memiliki; Tunjangan Keluarga,  tunjangan Pangan, tunjangan Jabatan, tunjangan umum, dan sebagainya dimana totalnya bisa menembus angka 5-10 juta. (moohon koreksi jika ternyata jauh lebih besar. Juga kalau lebih kecil).

Sebagai seorang manusia, tentu tidak akan pernah ada puasnya. Angka total pendapatan diatas 10 juta pun tidak cukup. Iya, tapi saya akan menggunakan indikator UMR (upah minimum regional). Bila dibandingkan dengan UMR tentu angka itu sangat jauh. Artinya ada kesenjangan dimana buruh yang notabenenya juga rakyat tidak di “sayang”. Tidak ada kebijakan, pidato 17-an, maupun UU ketenagakerjaan yang membela buruh. Bahkan buruh (mayoritas rakyat) “dijajah” melalui sistem kontrak, outsourcing, dan sebagainya.

Tapi, mohon maaf keapda rekan-rekan PNS. Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak bertujuan menolak kesejahteraan PNS. Ada hal lain yang sangat menarik untuk di diskusikan.Marilah kita tarik mundur ke belakang sejenak.

CUPLIKAN MITOS KEBERHASILAN SOEHARTO. APA ITU ABG?

Meski semua orang tahu kalau Soeharto itu otoriter dan lama kelamaan semakin “menggila”,  khususnya anaknya (katanya), tapi fakta menunjukkan dia berhasil berkuasa selama 32 tahun. Kenapa Soeharto bisa bertahan, seorang dosen dan dekan disebuah kampus  yang juga berlatarbelakang militer mengatakan Soeharto tidak pernah dijatuhkan karena dia “tidak pernah curang”. Buktinya PEMILU digelar. Dia tidak pernah otoriter terhadap sistem pemilihan. Soeharto tidak seperti Bung Karno yang ingin menjadi presiden seumur hidup. Soeharto tidak mau. Hanya saja rakyat yang menghendakinya. Setiap PEMILU digelar, rakyat memilih GOLKAR. Dan Golkar sebagai wakil Rakyat memilih Soeharto. Dan itu terjadi terus menerus.

“Tanpa ABG, Soeharto tidak sekuat yang kita bayangkan”

Saya  masih ingat ketika saya masih kecil, melihat begitu semaraknya setiap PEMILU yg  “JURDIL” di gelar. Dan sekarang saya mengerti, PEMILU yang “JURDIL” itulah yang mengantar Soeharto untuk mempertahankan puncak kerajaannya.

Iya, Pemilu pasti digelar. Slogannya pasti jujur dan adil. Hanya saja sebelum digelarpun kita tahu kalau GOLKAR yang pasti/hampir pasti menang. 99,99% GOLKAR menang. Iya itu yang disebut Soeharo tidak ambisius. Hanya saja rakyat yang memilih GOLKAR. Artinya Rakyat masih menghendaki Soeharto menjadi presiden.

Selama kerajaan itu berlangsung, PEMILU hanya sebagai make-up demokrasi di negeri ini. Pemilihan di gelar, tapi pemenang nya sudah pasti. Itu lah yang disebut ABG. ABG adalah ABRI, BIROKRASI, GOLKAR. Melalui 3 elemen inilah Soeharto menggengam kekuasaan. Setiap pemilihan, ABG adalah simpatisan GOLKAR. Tanpa ABG, Soeharto tidak sekuat yang kita bayangkan.  Singkat cerita; salah satu kesuksesan Soeharto dalam mempertahankan kerajaannya melalui ABG.

Apakah SBY ingin melakukan hal yang sama?

Kembali ke topik, inilah yang saya maksud saya tidak menolak kesejateraan PNS. bahkan saya mendukung (walau rakyat biasa/buruh jadi anak tiri). Tapi ada beberapa hal yang ingin saya cari jawabananya. yaitu;

  1. Apakah kebijakan SBY ingin merangkul kembali 3 elemen ABG(sekarang ABD/Aparat-Birokrasi-Demokrat) dalam hal ini menaikkan gaji birokrasi terlebih dahulu agar elemen “Birokrasi” dipenuhi?
  2. Apakah 1 dayung 2 pulau terlewati? elemen “B” terpenuhi, citra positif pun naik, sementara isu lain diredam (century, pajak, rekening gendut POLRI, kontroversi gub. BI, dan banyak lagi)?
  3. Bukankah elemen A (aparat) sudah Pro SBY? Elemen B juga hampir sudah? Elemen D sudah pasti. Tinggal mengkabolarasi saja?
  4. Memang PilPres akan datang SBY tidak lagi menjadi calon. Tapi pasti yang menggantikan nya haruslah dari golongan terdekat. Dan eksistensi maupun investasi tidak akan selesai sampai disini? Singkat kata ini adalah investasi citra terhadap penerusnya?
  5. PNS makmur, Alhamdulillah. lalu bagaimana Rakyat? bagaimana buruh? (apa saya benar naiknya gaji PNS sebagai modus ABD)? semakin yakin karena toh kebijakan terhadap buruh ga perduli..!! Berapa gaji buruh saat ini? Berapa besar biaya yang mereka harus keluarkan untuk memenuhi kebutuhan. Kalau cukuppun cuma pas-pasan.Lalu kalau mereka(buruh) punya anak, maka jadi kurang. Akhirnya makan seadanya dan anaknya sekolah hanya sampai SD. Lalu kapan mereka keluar dari kemiskinan? Lingkaran Setan. yang kaya makin kaya yang miskin semakin miskin. MERDEKA dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Astagfilrullah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: