“Mau bubarkan FPI, coba saja kalau bisa”

. Jurnal Demokrasi_Yohanes Lesmana

Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salin hanya tertawa menanggapi unjuk rasa penolakan FPI yang bakal digelar Gerakan Indonesia Tanpa FPI di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (14/2).

“Kalau mau demo silakan saja,” kata Habib Salin kepada Beritasatu.com

Menurut dia, tidak semua masyarakat mau membubarkan FPI. “Mereka yang mau membubarkan FPI hanya orang liberal, maksiat dan tidak bermoral,” ucap Habib Salin dengan logat Betawinya.

Menyikapi maraknya tindakan anarkis yang kerap dilakukan FPI, Habib Salin menegaskan bahwa pihaknya selalu diprovokasi. Setiap menggelar aksi, FPI selalu mengikuti prosedur yang berlaku. Hanya saja, preman-preman di lapangan selalu menghadang dan berbuat onar.

“Dia jual, ya FPI beli. Di situ yang bergerak umat. Jadi terlihat radikal,” tegasnnya.

“Preman yang jumlahnya sedikit tidak terpantau kamera wartawan. Jadi FPI lagi yang disalahkan,” cetusnya.

Selama ini, terang Habib Salin, masyarakat selalu melihat sisi negatif FPI. Padahal, FPI juga kerap berbuat kebaikan.

“Salah satunya, waktu bencana meletusnya Gunung Merapi. Habib Rizieq (Ketua Umum FPI) bersama rombongan datang ke Yogya naik motor. Tapi masyarakat justru tak mengapresiasi dengan baik,” keluhnya.

Menanggapi soal isu pembubaran FPI oleh Pemerintah, lagi-lagi Habib Salin tertawa. Menurut dia, isu seperti itu sudah lahir sejak zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tapi, nyatanya FPI tetap berdiri tegak.

“Jadi, bagi Gerakan Indonesia Tanpa FPI, kalau mau bubarkan FPI silakan saja. Kalau bisa!” paparnya.

Seperti diketahui, setelah Kalimantan Tengah, aksi penolakan terhadap FPI juga akan digelar di Jakarta. Tepatnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Selasa (14/2) besok, pukul 16.00 WIB.

“Aksi ini merupakan akumulasi keresahan warga Jakarta atas gangguan-gangguan yang kerap dilakukan FPI. Kami harapkan ratusan orang dapat berkumpul besok,” kata Wakil Koordinator Lapangan Gerakan Indonesia Tanpa FPI, Fifi Widyawati.

Menurut dia, aksi ini terinspirasi dari gerakan serupa yang dilakukan di Kalimantan Tengah.

“Kalau mereka bisa. Kami, warga Jakarta pasti bisa. Apalagi, kami langsung meresakan interaksi dengan mereka,” Tandasnya (beritasatu/YL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: